Siaran Pers, 21
September 2009
Ribuan
orang menuntut penghentian ekspansi pekebunan kayu monokultur
Pada tahun 2004, organisasi-organisasi
yang berjuang menentang ekspansi perkebunan kayu skala besar menyatakan
21 September sebagai Hari Internasional Menentang Perkebunan Kayu
Monokultur. Sejak saat itu, organisasi-organisasi di seluruh dunia
melakukan aksi pada hari tersebut untuk meningkatkan kesadaran akan
isu tersebut. Tahun ini, sekelompok orang dari berbagai organisasi
mengeluarkan deklarasi internasional menuntut penghentian ekspansi
perkebunan lebih lanjut. Deklarasi tersebut telah ditanda-tangani
oleh 8.429 orang dari 85 negara.
Karena perkebunan-perkebunan
tersebut dipromosikan dengan samaran “hutan”, maka deklarasi
tersebut memberikan ringkasan alasan utama kepedualian ini: “Komunitas
lokal digusur untuk membangun barisan pohon seragam – ekaliptus,
pinus, kelapa sawit, karet, jatropha dan spesies lain – yang
menggusur hampir seluruh bentuk kehidupan dari daerah tersebut.
Penggusuran rakyat dan alam
menyebabkan sejumlah impak sosial dan lingkungan: “Tanah-tanah
pertanian, yang sangat penting bagi kedaulatan pangan bagi komuitas
lokal dikonversi menjadi perkebunan-perkebunan kayu monokultur menghasilkan
bahan mentah bagi ekspor. Sumberdaya air menyusut dan tercemar oleh
perkebunan tersebut sementara tanah-tanah menjadi rusak.
Komunitas lokal menderita berbagai
bentuk pelanggaran hak asasi manusia, “mulai dari kehilangan
penghidupan dan penggusuran serta represi hingga kasus-kasus penyiksaan
dan kematian. Sementara komunitas keselurahannya menderita, perkebunan
menyebabkan impak yang berbeda dimana kaum perempuan mendapatkan
impak yang paling berat.
Meskipun begitu banyaknya bukti-bukti
yang telah didokumentasikan mengenai impak perkebunan, namun mereka
terus dipromosikan oleh koalisi pemerintah, aktor-aktor intra-pemerintah
dan korporasi, dengan tujuan menyerahkan tanah-tanah rakyat ke tangan
“perusahaan yang bergerak dalam bisnis bubur kayu dan kertas,
kayu, karet dan kelapa sawit” untuk memungkinan berlanjutnya
“konsumsi berlebihan yang boros atas produk perkebunan ini
di negara-negara kaya di Utara”
Deklarasi
tersebut juga menunjukkan fakta bahwa oposisi meningkat dan bahwa
“Dari satu negara ke negara lain, orang-orang berdiri untuk
menentang ekspansi perkebunan dan sebuah gerakan dunia sedang berkembang
dari tahun ke tahun, membawa sejumlah perlawanan lokal dan membantu
meningkatkan suara mereka yang menderita akibat perkebunan-perkebunan
ini.” Dan hasilnya adalah, ”tuntutan sangat keras dan
jelas: perkebunan bukan hutan: hentikan ekspansi perkebunan kayu
monokultur!”
Teks lengkap deklrasi dalam
Bahasa Indonesia (termasuk penandatangan) tersedia di:
http://www.wrm.org.uy/plantations/21_set/2009/deklarasi.html
Untuk wawancara media,
silahkan kontak:
Wawancara dalam bahasa
Inggris:
Lambert Okrah: lokrah@yahoo.co.uk phone: +1-514-875-7111 (Canada)
Wally Menne: wally_m@iafrica.com phone: +27 (0)82 4442083 Skype:
wally.menne (South Africa)
Scot Quaranda: scot@dogwoodalliance.org phone 828.242.3596 (USA)
Ricardo Carrere: rcarrere@wrm.org.uy phone 598 99 367966 (cell phone
in Uruguay)
Wawancara dalam bahasa
Spanyol:
Guadalupe Rodríguez, guadalupe@regenwald.org phone: +49 (0)30-
51736879 (Germany)
Tom Kucharz agroecologia@ecologistasenaccion.org phone: +34 91 531
27 39 cellphone: +34 619 94 90 53 (Spain)
Ricardo Carrere: rcarrere@wrm.org.uy phone 598 99 367966 (cell phone
in Uruguay)
Wawancara dalam bahasa
Jerman:
Klaus Schenck, Guadalupe Rodríguez, Rettet den Regenwald,
+49 (0)30 517 36879 (Germanu)
Wawancara dalam bahasa
Portugis:
Ivonete Gonçalves de Souza, CEPEDES - Centro de Estudos e
Pesquisas para o Desenvolvimento do Extremo Sul, + 55 73 3281 2768
Wawancara dalam bahasa
Indonesia:
Teguh Surya: teguhriau@walhi.or.id Mobile +6281371894452 (Indonesia)
Wawancara dalam bahasa
Thai atau Lao:
Premrudee Daoroung: premrudee@terraper.org phone +66 81 4342334
(Mobile) and + 66 2 691 0718-20 (TERRA). (Thailand)
Sign-on
here!
See
here sign-ons til September 18th