Palm Oil

The oil palm tree is native to West Africa. It is an important tree for forest-dependent communities, their cultures and their economies. However, large-scale oil palm monocultures for industrial production (oil and agrofuels) have been driving deforestation and land grabbing in Southeast Asia. More recently, oil palm monocultures are also driving destruction in Africa and Latin America.

Mengapa petani kecil merugi ketika mereka menanam untuk industri kelapa sawit? Sebuah publikasi berdasarkan pengalaman dari Amerika Latin, Afrika sub-Sahara dan Asia Tenggara.

Masyarakat adat setempat mengalami kerugian dan tidak mendapatkan manfaat, kompensasi tidak adil dan menjadi korban kekerasan aparat. Selanjutnya, masyarakat adat setempat menolak dan protes atas ketidakadilan dan kerusakan hutan adat.

Pemerintahan Indonesia mengesahkan Omnibus Law yang kontroversial dengan berdalih bahwa ‘Ini penting untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya’. Undang-Undang Ciptaker merupakan serangan langsung terhadap teritori dan komunitas – yang terus mengalami kehancuran dari dekade ke dekade di Indonesia.

Video tersebut merupakan produksi bersama dengan Alliance of grassroots groups (Aliansi kelompok akar rumput) dan para aktivis dari negara-negara Afrika Barat dan Tengah yang menentang perluasan industri perkebunan kelapa sawit di kawasan tersebut.

Dalam beberapa dekade terakhir, pendekatan bisnis dalam memulihkan deforestasi semakin menguat. Pada tahun 2004, LSM konservasi dan Kementerian Kehutanan Indonesia menginisiasi sebuah model yang dikenal dengan istilah Konsesi Restorasi Ekosistem. Artikel ini menyoroti lebih dekat pelaksanaan model tersebut dalam konteks ancaman lama dan terkini terhadap hutan Indonesia, serta dorongan global untuk ‘Restorasi hutan’.

Bila anda melakukan perjalanan dari kota Palangkaraya sampai ke kota Nangabulik, ibukota kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, anda akan melihat lanskap tunggal berupa perkebunan sawit.

Perluasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah mengubah perempuan kehilangan tanah dan membeli makanan yang tumbuh di atas tanah mereka sendiri. Mereka menjadi tenaga kerja murah di perusahaan perkebunan, tanpa keselamatan dan perlindungan kesehatan yang memadai.

Para perempuan menderita berbagai jenis kekerasan yang dilakukan oleh majikan perusahaan perkebunan kelapa sawit, pasukan keamanan, polisi dan militer, yang kemudian memperkuat patriarki serta peran serta dalam hubungan mereka dengan masyarakat pada umumnya.