Puluhan tahun produksi energi industri telah menghancurkan area hutan yang luas di Asia Tenggara. Tren 'transisi energi' memicu gelombang aktivitas baru yang menyebabkan semakin banyak deforestasi di wilayah tersebut. Sementara itu, program konservasi hutan justru menyalahkan masyarakat yang bergantung pada hutan atas deforestasi tersebut.